Kebahagiaan
Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam diri kita? Sulit rasanya menjawab pertanyaan yang selalu muncul dalam benak kita. Terkadang kita sudah merasa mendapatkan kebahagiaan sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi kenyataannya justru malah berbalik tidak seperti apa yang kita inginkan penderitaanlah yang datang kepada kita. Awalnya memang kebahagiaan datang tetapi selanjutnya berubah menjadi penderitaan. Buddha menjelaskan dalam Majjima Nikaya, ada dua macam kebahagiaan:
1. kebahagiaan yang timbul karena terpenuhinya keinginan-keinginan indera yaitu berdasarkan hal-hal diluar seperti, materi. Kebahagiaan ini berhubungan dengan kemelekatan yang pada akhirnya akan menimbulkan kesedihan, ratap tangis, bahaya-bahaya lainnya. Kebahagiaan seperti inilah yang masih didambakan oleh banyak orang untuk mendapatkan kesuksesan, kedudukan, kekayaan dan sebagainya. Melalui indera mata melihat hal-hal yang baik, menyenangkan ,disukai, suara-suara yang enak didengar oleh telinga, bau-bauan yang tercium oleh hidung, rasa enak yang dikecap dan dirasakan oleh lidah, dan sentuhan-sentuhan yang enak dirasa oleh tubuh, semua itu akan memikat hati seseorang dan pada akhirnya timbullah nafsu keinginan. Semua itu akan menimbulkan kegembiraan. Kebahagiaan ini hanyalah kebahagiaan duniawi yang sering dialami oleh manusia pada umumya, kebahagiaan yang selalu dikejar-kejar, dicari oleh semua orang. Kebahagiaan ini sebaiknya tidak dikejar karena kebahagiaan ini kebahagiaan rendah. Tercapai apa yang diinginkan adalah hal yang wajar tetapi kita dalam mencapai apa yang kita inginkan lebih berhati-hati jangan sampai kebahagiaan yang kita peroleh akan menimbulkan penderitaan atau kesedihan. (Majjima Nikaya I, 454).
2. kebahagiaan yang timbul dikarenakan tidak melekat dengan yang di luar kita atau kebahagiaan ini tidak tergantung dengan materi. Dalam hal ini kita harus memahami bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak kekal adanya selalu mengalami perubahan. Apabila kita menyadari dengan jeli dengan indera kita melihat sesuatu bentuk dengan mata, mencium bau dengan hidung, mencicipi rasa dengan lidah, mendengar segala suara dengan telinga, merasakan sentuhan dengan tubuh ataupun mengeanli sesuatu pikiran dengan kesadaran maka kita tidak akan terpikat dengan hal-hal duniawi seperti itu. Dengan mengendalikan indera-indera kita maka kebahagiaan dan ketenangan akan muncul.
Jadi sebenarnya bukan hanya kebahagiaan yang ditimbulkan karena terpenuhinya keinginan kita yang kita buat yang pada akhirnya akan menimbulkan kesedihan atau penderitaan, tetapi kebahagiaan yang timbul dikarenakan tidak melekat juga kita buat karena kita akan menemukan keseimbangan batin dalam diri kita.
Untuk direnungkan:
Kita hidup bahagia tanpa mencemaskan harta kekayaan apapun , kita bertahan hidup dalam kegembiraan, seperti penghuni alam Abhasara (salah satu alam Brahma). Dhammapada XV:200
Semoga Semua Makhluk berbahagia
Saddhu Saddhu Saddhu