Sulitnya Menjadi Manusia

Author: pitakananda  //  Category: Artikel Dhamma

Sulitnya menjadi Manusia

Hanya sedikit diantara umat manusia

yang dapat menyeberang sampai ke pantai seberang,

sebagian besar umat manusia

hanya berlari-lari di pantai sebelah sini

(Dhammapada, Pandita Vagga: VI:85)

Penjelasan dari Buddha tentang Nakhasikha Sutta yaitu khotbah  mengenai betapa sulitnya menjadi manusia diumpamakan dengan debu di kuku. Buddha menempelkan debu di kukunya dan bertanya kepada para Bhikkhu bagaimana menurutmu jika debu yang ada di kuku ini dengan debu yang masih ada di tanah?

Terus salah satu Bhikkhu menjawab dengan hormat, Yang Mulia Bhante debu yang di tanah jauh lebih banyak jika disbanding dengan yang ada di kuku anda.

“Oh Bhikkhu begitu juga dengan manusia yang akan kembali ke alam manusia setelah meninggal seperti jumlah debu yang menempel di kuku ini. Jumlah orang yang akan terlahir di alam rendahyaitu alam neraka, alam binatang, alam setan dan alam jin raksasa akan sebanyak debu yang masih di tanah.

Buddha menasihati, Selagi masih menjadi Bhikkhu, kalian tidak boleh lupa berlatih, karena kalian sudah memiliki kehidupan manusia yang sangat sulit didapat dan jarang seperti debu di kuku saya ini.

Jangan lupa bukanlah berarti jangan lupa menikmati hidup yang bahagia di alam manusia, dewa atau brahma. Dengan menjaga perhatian penuh, dan berlatih meditasi setiap saat.

Selagi masih menjadi manusia, jangan sampai melupakan alasannya. Kehidupan uang anda miliki sekarang adalah kehidupan yang begitu sulit diperoleh, karena hanya sedikit seperti debu di kuku Buddha. Ini merupakan kehidupan yang muliakarena menyediakan kesempatan untuk mencegah terlahir kembali di alam rendah (apaya).