<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Vihara Pitakananda</title>
	<atom:link href="http://www.pitakananda.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pitakananda.com</link>
	<description>Homepage ini berisikan informasi mengenai Vihara Pitakananda dan Dhamma</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Jul 2011 05:19:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>SEMINAR DHAMMA</title>
		<link>http://www.pitakananda.com/seminar-dhamma.html</link>
		<comments>http://www.pitakananda.com/seminar-dhamma.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 04:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pitakananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitakananda.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[There are no posts related to SEMINAR DHAMMA.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[There are no posts related to SEMINAR DHAMMA.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitakananda.com/seminar-dhamma.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sulitnya Menjadi Manusia</title>
		<link>http://www.pitakananda.com/sulitnya-menjadi-anusia.html</link>
		<comments>http://www.pitakananda.com/sulitnya-menjadi-anusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 12:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pitakananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dhamma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitakananda.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Sulitnya menjadi Manusia Hanya sedikit diantara umat manusia yang dapat menyeberang sampai ke pantai seberang, sebagian besar umat manusia hanya berlari-lari di pantai sebelah sini (Dhammapada, Pandita Vagga: VI:85) Penjelasan dari Buddha tentang Nakhasikha Sutta yaitu khotbah  mengenai betapa sulitnya &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sulitnya menjadi Manusia</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Hanya sedikit diantara umat manusia</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">yang dapat menyeberang sampai ke pantai seberang,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">sebagian besar umat manusia</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">hanya berlari-lari di pantai sebelah sini</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">(Dhammapada, Pandita Vagga: VI:85)</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Penjelasan dari Buddha tentang Nakhasikha Sutta yaitu khotbah  mengenai betapa sulitnya menjadi manusia diumpamakan dengan debu di kuku. Buddha menempelkan debu di kukunya dan bertanya kepada para Bhikkhu bagaimana menurutmu jika debu yang ada di kuku ini dengan debu yang masih ada di tanah?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Terus salah satu Bhikkhu menjawab dengan hormat, Yang Mulia Bhante debu yang di tanah jauh lebih banyak jika disbanding dengan yang ada di kuku anda.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">“Oh Bhikkhu begitu juga dengan manusia yang akan kembali ke alam manusia setelah meninggal seperti jumlah debu yang menempel di kuku ini. Jumlah orang yang akan terlahir di alam rendahyaitu alam neraka, alam binatang, alam setan dan alam jin raksasa akan sebanyak debu yang masih di tanah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Buddha menasihati, Selagi masih menjadi Bhikkhu, kalian tidak boleh lupa berlatih, karena kalian sudah memiliki kehidupan manusia yang sangat sulit didapat dan jarang seperti debu di kuku saya ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Jangan lupa bukanlah berarti jangan lupa menikmati hidup yang bahagia di alam manusia, dewa atau brahma. Dengan menjaga perhatian penuh, dan berlatih meditasi setiap saat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Selagi masih menjadi manusia, jangan sampai melupakan alasannya. Kehidupan uang anda miliki sekarang adalah kehidupan yang begitu sulit diperoleh, karena hanya sedikit seperti debu di kuku Buddha. Ini merupakan kehidupan yang muliakarena menyediakan kesempatan untuk mencegah terlahir kembali di alam rendah (apaya).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Sulitnya Menjadi Manusia</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/artikel.html" rel="bookmark">Kebahagiaan</a></h3><p>Kebahagiaan Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/kisah-mara.html" rel="bookmark">KISAH MARA</a></h3><p>Suatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya ia melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja licik. Kemudian muncul ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitakananda.com/sulitnya-menjadi-anusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.pitakananda.com/artikel.html</link>
		<comments>http://www.pitakananda.com/artikel.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 07:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pitakananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dhamma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitakananda.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Kebahagiaan Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam diri kita? Sulit rasanya menjawab pertanyaan yang selalu muncul dalam benak kita. Terkadang kita sudah &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><em> <span style="color: #ff00ff;">Kebahagiaan</span></em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam diri kita? Sulit rasanya menjawab pertanyaan yang selalu muncul dalam benak kita. Terkadang kita sudah merasa mendapatkan kebahagiaan sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi kenyataannya justru malah berbalik tidak seperti apa yang kita inginkan penderitaanlah yang datang kepada kita. Awalnya memang kebahagiaan datang tetapi selanjutnya berubah menjadi penderitaan. Buddha menjelaskan dalam Majjima Nikaya, ada dua macam kebahagiaan:</p>
<p style="text-align: justify;">1. kebahagiaan yang timbul karena terpenuhinya keinginan-keinginan indera yaitu berdasarkan hal-hal diluar seperti, materi. Kebahagiaan ini berhubungan dengan kemelekatan yang pada akhirnya akan menimbulkan kesedihan, ratap tangis, bahaya-bahaya lainnya. Kebahagiaan seperti inilah yang masih didambakan oleh banyak orang untuk mendapatkan kesuksesan, kedudukan, kekayaan dan sebagainya. Melalui indera mata melihat hal-hal yang baik, menyenangkan ,disukai, suara-suara yang enak  didengar oleh telinga, bau-bauan yang tercium oleh hidung, rasa enak yang dikecap dan dirasakan oleh lidah, dan sentuhan-sentuhan yang enak dirasa oleh tubuh, semua itu akan memikat hati seseorang dan pada akhirnya timbullah nafsu keinginan. Semua itu akan menimbulkan kegembiraan. Kebahagiaan ini hanyalah kebahagiaan duniawi yang sering dialami oleh manusia pada umumya, kebahagiaan yang selalu dikejar-kejar, dicari oleh semua orang. Kebahagiaan ini sebaiknya tidak dikejar karena kebahagiaan ini kebahagiaan rendah. Tercapai apa yang diinginkan adalah hal yang wajar tetapi kita dalam mencapai apa yang kita inginkan lebih berhati-hati jangan sampai kebahagiaan yang kita peroleh akan menimbulkan penderitaan atau kesedihan. (Majjima Nikaya I, 454).</p>
<p style="text-align: justify;">2. kebahagiaan yang timbul dikarenakan tidak melekat dengan yang di luar kita atau kebahagiaan ini tidak tergantung dengan materi. Dalam hal ini kita harus memahami bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak kekal adanya selalu mengalami perubahan.  Apabila kita menyadari dengan jeli dengan indera kita melihat sesuatu bentuk dengan mata, mencium bau dengan hidung, mencicipi rasa dengan lidah, mendengar segala suara dengan telinga, merasakan sentuhan dengan tubuh ataupun mengeanli sesuatu pikiran dengan kesadaran maka kita tidak akan terpikat dengan hal-hal duniawi seperti itu. Dengan mengendalikan indera-indera  kita maka kebahagiaan dan ketenangan akan muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sebenarnya bukan hanya kebahagiaan yang ditimbulkan karena terpenuhinya keinginan kita yang kita buat yang pada akhirnya akan menimbulkan kesedihan atau penderitaan, tetapi kebahagiaan yang timbul dikarenakan tidak melekat juga kita buat karena kita akan menemukan keseimbangan batin dalam diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Untuk direnungkan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kita hidup bahagia tanpa mencemaskan harta kekayaan apapun , kita bertahan hidup dalam kegembiraan, seperti penghuni alam Abhasara (salah satu alam Brahma). <strong>Dhammapada XV:200</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p align="center"><span style="color: #00ff00;"><strong>Semoga Semua Makhluk berbahagia</strong></span></p>
<p align="center"><strong>Saddhu  Saddhu  Saddhu</strong></p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Kebahagiaan</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/kisah-mara.html" rel="bookmark">KISAH MARA</a></h3><p>Suatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya ia melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja licik. Kemudian muncul ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/sulitnya-menjadi-anusia.html" rel="bookmark">Sulitnya Menjadi Manusia</a></h3><p>Sulitnya menjadi Manusia Hanya sedikit diantara umat manusia yang dapat menyeberang sampai ke pantai seberang, sebagian besar umat manusia hanya berlari-lari di pantai sebelah sini ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/hello-world.html" rel="bookmark">Selamat Datang di Vihara Pitakananda</a></h3><p>Selamat Datang di Vihara Pitakananda</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitakananda.com/artikel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KISAH MARA</title>
		<link>http://www.pitakananda.com/kisah-mara.html</link>
		<comments>http://www.pitakananda.com/kisah-mara.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 06:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pitakananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dhamma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitakananda.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya ia melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja licik. Kemudian muncul pikiran dalam batin beliau: “Apakah mungkin  untuk mencegah orang-orang itu dari perlakuan tidak manusiawi . &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><img class="size-medium wp-image-42 alignnone" title="kisah-mara" src="http://pitakananda.com/wp-content/uploads/2010/04/kisah-mara-300x229.jpg" alt="kisah-mara" width="300" height="229" /></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>S</strong><strong>uatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya ia melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja licik. </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Kemudian muncul pikiran dalam batin beliau: “Apakah mungkin  untuk mencegah orang-orang itu dari perlakuan tidak manusiawi . mereka seharusnya tidak diperlakukan secara tidak manusiawi, dan membuat para raja tersebut memerintah dengan adil dan bijaksana.”</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mara mengetahui apa yang Sang Buddha pikirkan dan berencana untuk membujuk Sang Buddha agar memerintah sebagai seorang Raja.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Kepadanya, Sang Buddha menjawab, “Mara yang licik! Ajaranmu dan ajaranku sangat berbeda. Kau dan aku tidak dapat saling berdiskusi. Inilah ajaran-ku.”</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Sungguh bahagia mempunyai kawan pada saat kita membutuhkannya; sungguh bahagia dapat merasa puas dengan apa yang diperoleh; sungguh bahagia dapat berbuat kebaikan menjelang kematian; dan sungguh bahagia dapat mengakhiri penderitaan.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Berlaku baik terhadap ibu merupakan suatu kebahagiaandalam dunia ini; berlaku baik terhadap ayah juga merupakan suatu kebahagiaan. Berlaku baik terhadap pertapa merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini; berlaku baik terhadap yang Ariya juga merupakan kebahagiaan.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Moral (Sila) akan memberikan kebahagiaan sampai usia tua; keyakinan yang telah ditanamkan kuat akan memberikan kebahagiaan; kebijaksanaan yang telah diperoleh akan memberikan kebahagiaan; tidak berbuat jahat akan memberikan kebahagiaan.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Sumber</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Dhammapada atthakatha-Kisah-kisah Dhammapada</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to KISAH MARA</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/artikel.html" rel="bookmark">Kebahagiaan</a></h3><p>Kebahagiaan Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/sulitnya-menjadi-anusia.html" rel="bookmark">Sulitnya Menjadi Manusia</a></h3><p>Sulitnya menjadi Manusia Hanya sedikit diantara umat manusia yang dapat menyeberang sampai ke pantai seberang, sebagian besar umat manusia hanya berlari-lari di pantai sebelah sini ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/seminar-dhamma.html" rel="bookmark">SEMINAR DHAMMA</a></h3><p></p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/hello-world.html" rel="bookmark">Selamat Datang di Vihara Pitakananda</a></h3><p>Selamat Datang di Vihara Pitakananda</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitakananda.com/kisah-mara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di Vihara Pitakananda</title>
		<link>http://www.pitakananda.com/hello-world.html</link>
		<comments>http://www.pitakananda.com/hello-world.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 15:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pitakananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dhamma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitakananda.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang di Vihara Pitakananda Posts Related to Selamat Datang di Vihara PitakanandaKebahagiaanKebahagiaan Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam ...KISAH MARASuatu saat, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang di Vihara Pitakananda</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Selamat Datang di Vihara Pitakananda</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/artikel.html" rel="bookmark">Kebahagiaan</a></h3><p>Kebahagiaan Banyak orang yang menginginkan hidupnya damai, tentram dan bahagia.Tetapi apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini? Apakah kita sudah menemukan kebahagian yang sesungguhnya dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://www.pitakananda.com/kisah-mara.html" rel="bookmark">KISAH MARA</a></h3><p>Suatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya ia melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja licik. Kemudian muncul ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitakananda.com/hello-world.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

