KISAH MARA

kisah-mara

Suatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya ia melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja licik.

Kemudian muncul pikiran dalam batin beliau: “Apakah mungkin  untuk mencegah orang-orang itu dari perlakuan tidak manusiawi . mereka seharusnya tidak diperlakukan secara tidak manusiawi, dan membuat para raja tersebut memerintah dengan adil dan bijaksana.”

Mara mengetahui apa yang Sang Buddha pikirkan dan berencana untuk membujuk Sang Buddha agar memerintah sebagai seorang Raja.

Kepadanya, Sang Buddha menjawab, “Mara yang licik! Ajaranmu dan ajaranku sangat berbeda. Kau dan aku tidak dapat saling berdiskusi. Inilah ajaran-ku.”

Sungguh bahagia mempunyai kawan pada saat kita membutuhkannya; sungguh bahagia dapat merasa puas dengan apa yang diperoleh; sungguh bahagia dapat berbuat kebaikan menjelang kematian; dan sungguh bahagia dapat mengakhiri penderitaan.

Berlaku baik terhadap ibu merupakan suatu kebahagiaandalam dunia ini; berlaku baik terhadap ayah juga merupakan suatu kebahagiaan. Berlaku baik terhadap pertapa merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini; berlaku baik terhadap yang Ariya juga merupakan kebahagiaan.

Moral (Sila) akan memberikan kebahagiaan sampai usia tua; keyakinan yang telah ditanamkan kuat akan memberikan kebahagiaan; kebijaksanaan yang telah diperoleh akan memberikan kebahagiaan; tidak berbuat jahat akan memberikan kebahagiaan.

Sumber

Dhammapada atthakatha-Kisah-kisah Dhammapada

This entry was posted in Artikel Dhamma. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog WebMastered by All in One Webmaster.